1. Meletakkan (وَضَعَ) Tangan Saja dengan Dalil-dalil:
… ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى …
… Kemudian meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya… (HR. Muslim, Ahmad dari Wail bin Hujr)
كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ الْيَدَ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ
Orang-orang diperintahkan agar meletakkan tangan kanannya di atas lengan kiri dalam shalat. (HR. Bukhari, Ahmad dari Sahl bin Sa’id)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي وَقَدْ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى فَانْتَزَعَهَا وَوَضَعَ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى
Dari Jabir berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melewati seorang laki-laki yang sedang shalat dengan meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanannya. Lalu (Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) mencabutnya dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. (HR. Ahmad, Ad-Daraquthni, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah)
2. Meletakkan dengan Menggenggam (قَبَضَ) dengan Dalil:
عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ قَائِمًا فِي الصَّلَاةِ قَبَضَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ
Dari ‘Alqomah bin Wa’il dari bapaknya, dia berkata; “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila berdiri untuk shalat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (HR. An-Nasa’i, Ad-Daraquthni, Al-Baihaqi. Shahih)
CATATAN:
- Wajibnya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
- Meletakkan boleh tanpa menggenggam boleh juga makna menggenggam.
- Hadits-hadits itu kebanyakan meletakkan saja dan itu lebih shahih.
- Setiap menggenggam pasti meletakkan jadi makna meletakkan tidak bertentangan dengan mengenggam.
- Karena meletakkan dan menggenggam keduanya shahih maka boleh diamalkan kedua-duanya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















