Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(41) بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ
(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, Maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadanya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah). (QS. Al-An’am[6]: 41)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Ad-Dua (Doa) berarti menghibah, memohon, dan meminta, disebut ibadah dan tanda ubudiyah.
- Dengan doa berarti seorang hamba memohon untuk bertaubat, meminta rahmat dan memohon untuk dihindarkan dari siksa.
- Doa berarti sangat memerluakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan merendahkan diri dihadapan-Nya.
- Doa berarti menghadap, menuju, berharap, tawakkal, mendambakan pahala dan takut akan siksanya.
- Doa berarti memuji, mensucikan sepenuh hati dan tunduk kepada Allah.
- Doa merupakan jalan menuju kesabaran di jalan Allah.
- Doa manifestasi ketulusan dalam berlindung kepada Allah.
- Doa merupakan wujud penyerahan segala urusannya kepada Allah.
- Doa adalah komunikasi seorang hamba dengan khaliqnya.
- Doa adalah senjata bagi seorang mukmin dalam menghadapi musibah.
Dirngkas dari:
Kitab Tashih ad-Duaa Karya Bakar Abu Zaid
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















