Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (31) فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ (32)
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka Bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus[10]: 31-32)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya siapa yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan??? Maka tidak ada yang bisa menyangkal secara fitrah, akal pikiran, dan panca indra bahwa pasti hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah Tauhid Rububiyah.
- Sesudah meyakinkan bahwa secara fitrah, logika, dan panca indra tidak ada pencipta, pemilik, penguasa, dan pengatur selain Allah maka konsekuensinya adalah tidak ada juga yang patut diibadahi (tunduk, patuh, cinta, mengharap) selain mutlak milik Allah.
- Pada ayat di atas, pada ujung ayat 31 Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”) yang berarti, setelah meyakinkan diri kita Allah satu-satunya pencipta, pemilik, penguasa, dan pengatur. Lalu apa alasan kita untuk mengalihkan ibadah (ketaatan, ketundukan, takut, cinta, mengharap) selain kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala??? Itulah yang disebut Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah.
- Pada ujung ayat 32, Allah Subhanahu wa Ta’ala kembali bertanya dan menunjukkan keheranan kalau ada manusia yang sudah meyakinkan dirinya pada Tauhid Rububiyah lalu mengapa bisa gagal pada Tauhid Uluhiyah???
- Kebanyakan ayat-ayat dalam al-Qur’an sesudah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tentang bukti-bukti keberadaan-Nya, keesaan dalam penciptaan-Nya, keesaan dalam kepemilikan, penguasaaan, dan pengaturan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajak manusia untuk mentauhidkan ibadahnya (memfokuskan ketaatannya) hanya kepada Allah.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















