Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ (185)
Dan Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu? (QS. Al-A’raf[7]: 185)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Sesungguhnya jika kita memperhatikan kerajaan langit dan bumi, kita akan mendapati suatu bukti yang sangat jelas akan keesaan Allah dalam hal penciptaan. Dan jika kita memperhatikan apa-apa yang diciptakan oleh Allah di kolong langit dan bumi ini maka kita akan mendapatkan bukti yang jelas kepada Maha Luasnya ilmu penciptanya (Allah), MAha Luas Kekuasaan-Nya, Rahmat-Nya, kebaikan-Nya, dan kehendak-Nya pasti yang terlaksana berarti menunjukkan pula keesaan-Nya, tidak ada yang layak menyandang semua itu kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Taisir al-karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Manan — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)
- Pada kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah, jika sungguh-sungguh jujur diperhatikan maka tidak ada alasan menyembah selain Allah, karena pada kerajaan langit dan bumi Allah membentangkan ilmu dan kekuasaan-Nya dan menunjukkan tidak ada pemilik semua ini kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bathilnya mencari sesembahan yang lain. (Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyyi al-Kabiir — Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)
- Dengan memaksimalkan panca indra dan akal sehat untuk memperhatikan kekuasaan Allah dengan merenungkannya maka kita akan sampai pada keyakinan Dia-lah Pemilik, Penguasa, Pengatur hidup ini dan tidak ada tandingan-Nya. (Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir — Ibnu Katsir)
- Sebuah celaan dan teguran bagi orang yang lalai memperhatikan kekuasaan Allah di langit dan di bumi. Seharusnya pertunjukan Allah yang begitu besar bisa mengasah hati kita untuk mengambil pelajaran dan mengantarkan pada sebuah keyakinan bahwa tidak ada yang berhak untuk kita tunduk dan beribadah kepadanya selain kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Tafsir ath-Thabari — Imam ath-Thabari)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















