Sebuah ilustrasi kekuasaan Allah (Tauhid Rububiyah) dalam segala penjuru alam.
Sebuah biji dilempar ke tanah, kemudian tumbuh, lalu menancapkan akar-akarnya dan selanjutnya dari biji yang mati ini muncul kehidupan baru (Tauhid Penciptaan) berupa pohon yang berisi dedaunan serta bungan yang menyerbakkan aroma khas serta menghasilkan buah-buahan yang menjadi nutrisi bagi manusia dan binatang-binatang. Sudahkah kita merenungkan perbuatan Allah ini??? Adakah kekuasaan lain yang bisa berbuat seperti ini??? Renungkan dalam-dalam seolah kita menghadirkan biji tersebut di depan panca indra kita!!! Tataplah batangnya dan buahnya yang dihasilkan dari kehidupan itu!!! Tanyakanlah logika kita dan jawablah dengan fitrah!!! Siapa yang dapat berbuat seperti ini???
Silakan tadabburi ayat di bawah ini!
إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (95) فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (96)
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. (QS. Al-An’am[6]: 95-96)
Dari ayat di atas jawablah dengan jujur!
- Siapa yang dapat menumbuhkan butir (padi-padian dan biji kurma)???
- Siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup???
- Siapa yang menyinsingkan pagi dan siapa yang dapat menjadikan malam???
- Adakan kekuasaan lain yang dapat mengatur malam dan siang dan menjaga keteraturannya???
- Sudahkah kita menyiapkan fitrah yang lurus, logika yang jernih, dan panca indra dari semua kejadiaan ini???
- Apa jawaban kita ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, sudahkan engkau memperhatikan perbuatan-Ku di alam semesta ini???
CATATAN: Pertanyaan-pertanyaan di atas membutuhkan suasana yang tenang dan berulang-ulang untuk bisa mengambil faidahnya. Selamat membuktikan!!!
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















