Al-Qur’an tidak membatasi penyebutan lafazh shalat hanya pada shalat lima waktu, tetapi juga ditujukan untuk shalat lainnya. Sebagaimana halnya al-Qur’an tidak membatasi menyebutkan shalat lima waktu dengan lafazh shalat saja, tetapi disebutkan pula dengan lafazh-lafazh yang lainnya
1. Doa
وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ … (103)…
… Dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka… (QS. At-Taubah[9]: 103)
2. Istighfar atau minta ampun
وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ …(99)…
… Dan sebagai jalan untuk memperoleh doa rasul.. (QS. At-Taubah[9]: 99)
Kalimat doa di sini bermakna memohon ampun
3. Ampunan
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ … (56)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi… (QS. Al-Ahzab[33]: 56)
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ … (43)
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu),… (QS. Al-Ahzab[33]: 43)
Menurut Ibnul Jauzi, salawat dari Allah subhanahu Wa Ta’ala
4. Rahmat
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ … (157)
Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka… (QS. Al-Baqarah[2]: 157)
Ada yang berpendapat jika yang dimaksud dengan lafazh shalawat dalam ayat tersebut berarti rahmat, mengapa diikuti dengan kata rahmat lagi setelah huruf athaf (wawu). Al-Qurthubi berpendapat di dalam tafsirnya bahwa makna rahmat diulang dua kali dengan lafazh berbeda, dimaksudkan untuk menguatkan.
5. Rumah-rumah ibadah atau gereja
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا … (40)…
… Dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah… (QS. Al-Hajj[22]: 40)
Menurut satu pendapat lafazh صَلَوَاتٌ di dalam ayat tersebut adalah tempat ibadah para biarawan. Az-Zujaj dan Al-Hasan mengemukakan bahwa artinya adalah gereja-gereja Yahudi, dalam bahasa Ibrani “shaluta”. Menurut Ibnu Abbas, maksud lafazh tersebut adalah gereja-gereja, sedangkan menurut Abu Aliyah tempat beribadah para penyembah bintang. Ada juga yang berpendapat bahwa maksud lafazh tersebut adalah biara bagi para biarawan, gereja bagi orang-orang Nasrani, rumah ibadah bagi orang-orang Yahudi, dan masjid bagi kaum muslimin.
6. Masuk Islam
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى (31)
Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, (QS. Al-Qiyamah[75]: 31)
7. Agama
أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ … (87)…
… Apakah sembahyangmu menyuruh kamu… (QS. Huud[11]: 87)
8. Bacaan
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ … (110)…
… Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu… (QS. Al-Isra[17]: 110)
9. Shalat Lima Waktu
وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ … (3)…
… Yang mendirikan shalat,… (QS. Al-Baqarah[2]: 3)
Menurut Ibnu Jauzi, setiap lafazh shalat yang berarti shalat lima waktu itu sering diikuti lafazh zakat.
10. Shalat Khauf (Shalat dalam Keadaan Bahaya)
وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ … (102)
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, … (QS. An-Nisa[4]: 102)
11. Shalat Jenazah
وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا … (84)
Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka… (QS. At-Taubah[9]: 84)
12. Shalat Id atau Shalat Hari Raya
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15)
Dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sembahyang. (QS. Al-A’la[87]: 15)
Al-Baghawi menjelaskan ayat tersebut di dalam tafsirnya dari Abi Sa’id Al-Khudri, maksudnya adalah, “Keluar ke tempat shalat id dan kemudian melakukan shalat”.
13. Shalat Jum’at
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا … (9)…
… Apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at,… (QS. Al-Jumu’ah[62]: 9)
14. Shalat Berjamaah
وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا … (58)
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan… (QS. Al-Maidah[5]: 58)
15. Shalat Safar (Shalat Ketika Berada di Perjalanan)
… فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ … (101)
… Maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu),… (QS. An-Nisa[4]: 101)
16. Shalat Ashar
… تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ … (106)
… Kamu tahan kedua saksi itu sesudah sembahyang (untuk bersumpah),… (QS. Al-Maidah[5]: 106)
17. Shalatnya Para Ulama Terdahulu
وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ … (31)…
… Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat… (QS. Maryam[19]: 31)
Itulah lafazh-lafazh shalat di dalam Al-Qur’an dengan berbagai maknanya.
Diringkas Dari:
Kitab At-Tarjih fi Masaa’il At-Thaharah wa Ash-Shalah Karya DR. Muhammad bin Umar bin Salim Bazamul
Kitab Pemahama Salat dalam Al-Qur’an Karya Dr. Nahd bin Abdurrahman bin Sulaiman Arrumi
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















