Tidak mengenal waktu, PJTI (Pengurus Jenazah Tajdidul Iman) binaan salah satu ulama di kota Makassar, KH Sudirman S.Ag dalam menangani jenazah, tak terkecuali jenazahnya Akhwat (perempuan-red) atau Ikhwan (Pria-red), bahkan diwaktu orang orang sedang istirahat.
Hal ini juga terjadi saat menangani jenazah seorang nenek bernama Rahmatia (71 tahun), warga jalan Adipura Makassar itu, harus di makamkan di tanah kelahirannya di Jeneponto, Senin 5 Oktober 2026 di waktu pagi hari.
Artinya tim PJTI Akhwat ini, harus ke rumah duka sekira ba’da shalat subuh (pukul 05.30 wita-red) untuk mengurus jenazah nenek tersebut, karena menurut salah satu keluarganya, jenazah akan dibawa menggunakan ambulans pada pukul 07.00 wita pagi ke Jeneponto.
“Kami bahkan menangguhkan tugas tugas sementara sebagai seorang ibu rumah tangga, jika ada amanah atau perintah untuk mengurus jenazah. Bagi kami (Tim PJTI-red), ini sudah hal yang biasa” urai salah satu tim akhwat yang enggan ditulis namanya pada media ini, dengan alasan takut ‘Riya’.
Bukan hanya waktu subuh atau dini hari, tim PJTI kadang juga harus meninggalkan waktu istirahat dan berkumpul mereka dengan keluarga diwaktu hari libur, semisal pada hari Ahad (Minggu) (27/09/2026) sekira pukul 16.00 wita atau selepas shalat Ashar.
Jenazah yang ditangani bernama almarhum Nur Halimah (51 tahun) warga jalan Sunu Makassar, dan telah di makamkan di Pekuburan Suangga sekira pukul 17 00 wita sore, dengan diiringi keluarga dan para tetangganya.
Masih dihari Ahad (Minggu) 27/09/2026, tim PJTI AKhwat lainnya, juga mendapat amanah yang sama. Ba’da shalat dhuhur, para Akhwat tangguh itu, mendatangi kediaman almarhumah Helga Palammai (48 tahun) yang terletak di jalan Tamalate 3 Perumnas Makassar untuk mengurusnya.
“Setelah mendapat perintah (amanah-red), biasanya kami sudah standby di rumah duka satu jam sebelum waktu pengurusan jenazah. Misalnya jenazah harus diurus sekira pukul 14.00 wita, maka kami harus berada di lokasi paling lambat setengah jam untuk mempersiapkan segala sesuatunya” tambah sumber PJTI tersebut.
Usai di urus, dimandikan lalu dikafani, ba’da shalat Ashar, jenazah tersebut kemudian dibawa ke Masjid untuk di shalati kemudian diantar ke pemakaman TPU Sudiang Makassar.
Soal tugas diwaktu libur, juga dialami koordinator lapangan (Korlap) tim 15 Ikhwan, yang dikomandoi ustad Kurniawan dengan anggota Zainuddin dan Yusuf.
Ahad (4/10/2026) sekira pukul 11.30 wita, tim khusus ini, mengurus jenazah seorang kakek bernama Daeng Maliang 75 tahun yang beralamat di jalan Daeng Hayo Pattunuang Makassar. Usai shalat dhuhur, jenazah tersebut diantar para keluarga dan kerabatnya untuk dimakamkan.
“Kami Ikhlas, dan siap bertugas dimana saja dan di waktu kapan saja, jika ada amanah datang dari koordinator PJTI. Intinya mengurus jenazah ini menumbuhkan kesadaran tentang arti kematian dan kehidupan akhirat yang kekal, dan ini pelajaran bagi diri kami.” tandas sumber PJTI tersebut. (tim)




















