Memasuki tahun baru 1 Muharram 1448 Hijriah, yang jatuh pada Selasa tanggal 16 Juni 2026, salah satu ulama kota Makassar KH Sudirman S.Ag berpesan kepada umat islam agar memperbanyak bermuhasabah (mengevalusi segala perbuatan yang telah kita lakukan-red).
Islam mengajarkan pentingnya introspeksi dan evaluasi diri. Dalam Surah Al-Hashr ayat 18, Allah SWT berfirman: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
“Maka di tahun baru, 1 Muharram ini merupakan saat yang tepat untuk bermuhasabah, perbanyak taubat, dan perkuat tekad untuk hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa.” Ujar Kiai Sudirman dalam saran pers (berupa Flayer-red) yang diterima redaksi media ini, Senin (15/6/2026) malam.
Pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman kota Makassar itu, juga mengutip salah satu hadist Nabi SAW yang berbunyi, “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”
“Tahun baru bukan sekedar bertambahnya usia, tetapi juga bertambah kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah SWT. Bulan Muharram mengajarkan bahwa hijrah terbaik adalah meninggalkan maksiat menuju ketaatan” tambah Kiai Sudirman
Kiai juga meminta agar ummat Islam, jangan hanya menghitung pergantian tahun, tetapi hitunglah bekal apa yang sudah disiapkan untuk akhirat. Sebab orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik daripada kemarin dan tahun ini lebih baik daripada tahun lalu,
“Maka ayo kita perbanyak Muhasabah sebagai jembatan antara kesalahan masa lalu dan perbaikan masa depan” pinta Kiai Sudirman
Setiap lembar tahun yang berlalu, kata Kiai Sudirman, akan ditutup, Tetapi amalnya tetap tercatat disisi Allah. “Hijrah bukan sekedar perpindahan tempat, tetapi perindahan hati menuju ridha Allah,”
“Jadi mariki awali tahun baru 1448 Hijriah ini dengan taubat, isi dengan amal saleh dan akhiri dengan husnul khatimah. Jadikan 1 Muharram sebagai momentum bertanym kepada diri kita, apa yang telah aku persembahkan untuk agama, ummat dan akhiratku” tandas Kiai Sudirman. (*)




















