Sebagai lembaga dakwah, sosial dan edukasi, Tajdidul Iman kembali melaksanakan event akbar yang akan dilaksanakan mulai Senin, (18/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026), dengan menggelar Safari Dakwah Dzulhijjah 1447 H selama 9 hari berturut turut.
Hal ini disampaikan pembina sekaligus pendiri Tajdidul Iman, KH. Sudirman, S.Ag, di Makassar, Jumat, (15/6/2026) siang.
Kegiatan terbesar kedua tahun ini, setelah Rihlah Akbar yang belum lama ini dilaksanakan di Tappawita Tompobulu Maros itu, bakal diikuti seluruh jamaah dan binaan Tajdidul Iman sebagai syiar dakwah.
Safari Dakwah Dzulhijjah ini, kata Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio di Makassar termasuk RRI itu, berisi serangkaian kegiatan berupa buka puasa bersama dan pengajian.
“Insya Allah mulai Senin, (18/5/2026) dan selama 9 hari kami laksanakan puasa, lalu berbuka bersama, setelah itu dilanjutknan shalat Maghrib, kemudian Taklim hingga shalat Isya. Setelah itu kita makan malam bersama. Ini sesuatu yang unik namun indah” terang Kiai Sudirman.
Kiai juga menjelaskan bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu paling mulia, di mana amal shalih sangat dicintai Allah SWT dan pahalanya setara jihad. “Ini adalah momen berkumpulnya ibadah utama: salat, sedekah, puasa, dan haji, serta mengandung hari terbaik seperti Arafah dan Idul Adha. Jadi mari kita isi hari hari mulia ini dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pinta Kiai Sudirman
Dahulu tambah Kiai Sudirman, para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in (atau Atbā’ al-Atbā’), yang terbaik ilmu dan imannya sepanjang sejarah manusia sangat menghormatri 3 angka sepuluh.
“Sepuluh pertama adalah 10 akhir Ramadhan, dengan turunnya Lailatul Qadar. Yang kedua adalah 10 hari diawal Dzulhijjah, mereka (sahabat-red) sangat antusias beribadah disitu. Mereka sangat memaknai yang ada di kemuliaan awal bulan Dzulhijjah, sebagaimana QS Al Fajar diayat yang kedua, Allah SWT bersumpah di malam malam ke sepuluh Dzulhijjah. Terus yang ketiga adalah tanggal 10 Muharram.” Jelas Kiai Sudirman.
“Ramadhankan sudah lewat, sekarang yang ada di depan mata kita adalah moment Dzulhijjah, Ayo bangkit… bersemangatki…. Ingat ini waktu yang terbaik untuk beramal. Makanya kita isi dengan Tabligh Akbar agar kita semua bisa mengikutinya” tanda Kiai Sudirman.
Seperti tahun lalu, Tajdidul Iman sendiri, sudah menyiapkan 9 Masjid yang akan ditempati sebagai sarana Syiar Safari Dakwah. Ke 9 Masjid tersebut pada hari pertama (Senin 18/5) di Masjid Fajar Shadik jalan Landak Baru lorong 2 Makassar. Kemudian pada (Selasa 19/5) di Masjid Nurul Hasan di Kompleks Tamalanrea Indah. Selanjutnya pada (Rabu 20/5) di Masjid Al Muhajirin Muhammadiyah jalan Daeng Tantu No. 1, Rappokalling.
“Pada Kamis (21/5) kita ke masjid Masjid Al Muraaqabah di Jalan Bonto Duri 3 No.18. Kemudian pada Jumat (22/5) kita ke timur, yakni Masjid Jamiul Ihsan jalan Toddopuli. Ini masjid terbesar di kompleks tersebut” jelas Kiai Sudirman.
Safari Dakwah ini berlanjut terus. Dan di hari Sabtu (23/5) jadwalnya di Masjid Jabal Nur terletak di Jl. Kebangkitan No. 28, Maccini. Setelah itu pada hari Ahad (24/5) di Masjid Ar-Rahman jalan Ance dg Ngoyo. Hari Senin (25/4) di masjid Al Muhajirin Antang,,
“Puncaknya pada Selasa (26/4) di masjid Babussalam Paropo, depan SMPN 8 Makassar. Jadi seperti diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amal shalih yang lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada hari-hari ini, bahkan melebihi jihad, kecuali yang mati syahid. Maka kembali saya mengajak kita semua untuk menyemarakkan Safari Dakwah ini dengan amal kebaikan” kunci Kiai Sudirman (*)





















