Dibalik kesuksesan kegiatan Rihlah Akbar ke 9 Tajdidul Iman yang dilaksanakan di Wisata Alam, Tappawita High Land, Dusun Arra, Kecamatan Tompobulu, Maros, beberapa waktu lalu, ternyata ada divisi yang tak kalah hebatnya dengan Divisi lain.
Divisi itu adalah SAPATI atau Satuan Pengamanan Tajdidul Iman. divisi ini bekerja siang dan malam nonstop 24 jam untuk mengamankan area tempat kegiatan tersebut digelar, untuk memberi kenyamanan kepada para peserta.
Di waktu-waktu tertentu, seperti shalat dan waktu Makan, Divisi yang dipimpin ustad Kurnianto itu, super sibuk dan harus memeriksa tenda tenda peserta untuk memastikan peserta melaksanakan shalat atau mengikuti program yang telah ditentukan panitia.
“Alhamdulillah koordinasi antar tim berjalan dengan baik. Amanah yg ditugaskan kepada divisi kami juga berjalan dengan aman. ” jelas Kurnianto Rabu, 6/5/2026.
Meski begitu, ia juga mengakui ada beberaoa anggotanya terpaksa doubel tugas seperti menjadi supir untuk mengangkut peserta dari lokasi penginapan menuju aula kegiatan.
“Ya beberapa anggota divisi kami ada yang double tugas dan terpaksa menjadi supir dilokasi. Hal ini untuk mengangkut peserta dari penginapan menuju aula, serta mengantar pasien ke rumah sakit di Makassar. Namun itu tidak mengurangi kesiapan tim kami untuk tetap menjaga keamanan. ” ungkap ustad Kurni.
Meski begitu, sebagai tim andalan Yayasan Tajdidul Iman yang saat itu bertugas di bantu tim Garuda, dan petugas dari polsek Tompobulu, kabupaten Maros, tim SAPATI telah menunjukkan kinerjanya dengan baik dan aman.
“Masih banyak kekurangan di tim kami, Namun kami siap menerima masukan dan kritikan. Melalui media ini, kami mohon maaf yang sebesar besarnya kepada semua pihak, bilamana dalam kegiatan tersebut terjadi kekhilafan mulai saat keberangkatan, berlangsungnya acara, dan kepulangan peserta kembali ke Makassar, mohon di maafkan” tandas Kurni.
Dirinyapun berjanji akan melakukan evaluasi kinerja SAPATI untuk kegiatan TI selanjutnya.
(*)
Divisi itu adalah SAPATI atau Satuan Pengamanan Tajdidul Iman. divisi ini bekerja siang dan malam nonstop 24 jam untuk mengamankan area tempat kegiatan tersebut digelar, untuk memberi kenyamanan kepada para peserta.
Di waktu-waktu tertentu, seperti shalat dan waktu Makan, Divisi yang dipimpin ustad Kurnianto itu, super sibuk dan harus memeriksa tenda tenda peserta untuk memastikan peserta melaksanakan shalat atau mengikuti program yang telah ditentukan panitia.
“Alhamdulillah koordinasi antar tim berjalan dengan baik. Amanah yg ditugaskan kepada divisi kami juga berjalan dengan aman. ” jelas Kurnianto Rabu, 6/5/2026.
Meski begitu, ia juga mengakui ada beberaoa anggotanya terpaksa doubel tugas seperti menjadi supir untuk mengangkut peserta dari lokasi penginapan menuju aula kegiatan.
“Ya beberapa anggota divisi kami ada yang double tugas dan terpaksa menjadi supir dilokasi. Hal ini untuk mengangkut peserta dari penginapan menuju aula, serta mengantar pasien ke rumah sakit di Makassar. Namun itu tidak mengurangi kesiapan tim kami untuk tetap menjaga keamanan. ” ungkap ustad Kurni.
Meski begitu, sebagai tim andalan Yayasan Tajdidul Iman yang saat itu bertugas di bantu tim Garuda, dan petugas dari polsek Tompobulu, kabupaten Maros, tim SAPATI telah menunjukkan kinerjanya dengan baik dan aman.
“Masih banyak kekurangan di tim kami, Namun kami siap menerima masukan dan kritikan. Melalui media ini, kami mohon maaf yang sebesar besarnya kepada semua pihak, bilamana dalam kegiatan tersebut terjadi kekhilafan mulai saat keberangkatan, berlangsungnya acara, dan kepulangan peserta kembali ke Makassar, mohon di maafkan” tandas Kurni.
Dirinyapun berjanji akan melakukan evaluasi kinerja SAPATI untuk kegiatan TI selanjutnya.
(*)




















