Namanya Muhammad Fathurahman Akbar, yang selama ini memimpin Qiyamul Lail 10 malam terakhir Ramadhan 1447 H, di markas 2 Baitul Quran, H.Muh Thaha Tajdidul Iman jalan Adipura Makassar.
Fathur panggilan akrabnya, lahir di Makassar pada 28 Agustus 2009 atau saat ini sudah berusia 16 tahun merupakan anak ke 1 dari 3 bersaudara dari ayah Almarhum Akbar Bahtiar SE, MM. dan ibu Hairawaty Makmur S. Pd.
Selain memiliki hafalan 30 Juz, Fathur yang selama ini mondok di Tajdidul Iman, juga memiliki suara yang sangat bagus, tak jarang jamaah yang mengikuti program Qiyamul Lail itu mengagumi dan memujinya. “Suaranya jernih dan bacaannya fasih” terang salah satu jamaah yang enggan ditulis namanya.
Sejak kecil Fathur memang memiliki hobi mengaji, belajar, healing, dan membuat konten islami. Sehingga dewasa kelak, Fathur pun bercita cita akan menjadi Ulama pemersatu Islam dan membawa kemajuan bagi bangsa dan Negara.
Bukan hanya menjadi ulama, tetapi Fathur yang mampu menyelesaikan 30 juz quran selama 6 bulan itu, juga bercita cita akan menjadi pengusaha muslim yang amanah dan bisa membantu sesama.
DItanya tentang motivasinya menjadi penghafal Quran, Fathur mengungkapkan ingin mendapat keutamaan sebagai keluarga Allah dan menghadiahkan mahkota kepada Kedua orang tuanya, serta ingin mendapat syafaat Rasulullah.
Harapannya kedepan, Fathur ingin terus istiqamah dalam menambah ilmu agama serta mengamalkannya dan mengajarkannya kepada ummat manusia.
Adapun para tokoh yang dikagumi Fathur adalah Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Imam Syafi’i, Bj. Habibie, Prof Anies, serta pembina dan pendiri Yayasan Tajdidul Iman ustad, KH. Sudirman, S.Ag
“Adapun kesan saya selama mondok di Tajdidul Iman, Alhamdulillah selama di pondok saya mendapatkan banyak kegiatan positif dan lebih disiplin serta mendapat banyak pengalaman menarik” ungkap Fathur yang masih memiliki adik seorang perempuan.
Kita berharap semoga apa yang menjadi cita cita anak ini dapat terealisasi dan terus dalam bimbingan agama, Insya Allah (tim)






















