Kabar meninggalnya Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar sekaligus Ketua Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan), dr Abdul Azis SpU, di Mekkah, Arab Saudi, Ahad (2/11/2025), membuat keluarga besar Muhammadiyah Makassar berduka.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH. Sudirman, S. Ag sebelum membawakan tauziah di masjid Fajar Shadik PCM Mamajang kota Makassar Senin, 3/11/2025 sore.
“Selama ini kami sudah sering berkomunikasi dengan almarhum untuk membicarakan masalah umat. Saya dan beliau (almarhum-red) kebetulan memiliki visi dan misi yang sama untuk bergerak dibidang dakwah kemanusiaan” terang Kiai Sudirman.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, dr. Abdul Azis wafat usai menjalankan misi kemanusiaan di Palestina. Penyebab pasti meninggalnya belum diketahui, namun banyak rekan sejawatnya menduga akibat serangan jantung karena factor kelelahan.
Bahkan sambung Kiai Sudirman, sebelum dirinya berangkat Umroh ke tanah suci, Dr. Azis, yang lahir di Nipah Panjang, 17 Mei 1977 itu menyempatkan berkomunikasi dengan Kiai Sudirman terkait rencana pelaksanaan Sunatan Massal yang akan dilaksanakan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Makassar, 15 Nopember mendatang.
“Iye…kami masih sempat bertelephon terkait kegiatan tersebut, Beliau juga akan siapkan tenaga medis untuk pelaksanaan sunatan massal di MBS melalui organisasi Mahtan (Masyarakat Hijrah Tanpa Nama) yang beliau pimpin. Sungguh kami merasa kehilangan atas kepergian beliau” tandas Kiai Sudirman.
Kiai Sudirman juga mengingat masa masa kebersamaan dirinya dengan almarhum yang sangat begitu dekat, bahkan ketika Kiai Sudirman sakit, tak jarang dr Azis sendiri yang datang menemuinya untuk memeriksa dan memberinya obat.
“Beliau bukan cuma menyehatkan jiwa umat. Pengorbanannya sangat besar sekali. Almarhum memiliki kepekaan terhadap kehidupan sosial melalui Mahtan yang dipimpinnya. Maka jangan heran, banyak warga Makassar yang berduka dan sedih atas kepergian orang baik tersebut.” Ujar Kiai yang juga sering membawa pengajian di tempat dr Azis.
Kini, kepergiannya di Tanah Suci menjadi simbol pengabdian tanpa batas, menutup perjalanan panjang seorang dokter yang hidupnya dipenuhi karya dan kepedulian.
Ketulusannya membantu tanpa membedakan orang satu sama lain, membuat Allah SWT, memilihnya untuk diwafatkan di kota yang paling Mulia
“Selamat jalan saudaraku dokter Aziz. Semoga Allah merahmatimu, memuliakanmu dan melapangkan kuburmu, Insya Allah. Dan saya atas nama pribadi, maupun sebagai pengurus perserikatan Muhammadiyah kota Makassar serta Pembina Yayasan Tajdidul Iman, dan direktur MBS mengucapkan turut berbelangsukawa yang sedalamnya atas kepergian beliau” tandas Kiai Sudirman. (*)






















