Bertempat di Masjid Al-Ashri, Jl. Borong Indah Puri Taman Sari kota Makassar, Sulawesi Selatan, pendiri sekaligus pembina Tajdidul Iman, KH. Sudirman, S.Ag menggelar pelatihan jenazah angkatan ke 129 tahun 2025.
Acara yang dimulai usai shalat Dhuhur tersebut dibuka oleh ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), H. Abdul Thalib yang memberi apresiasi atas kehadiran Kiai Sudirman dalam memberikan ilmunya kepada para jamaah masjid tersebut.
“Atas nama pengurus dan jamaah serta ibu ibu majelis taklim, kami ucapkan banyak terima kasih kepada bapak Kiai Sudirman yang telah meluangkan waktunya membimbing kami untuk mengetahui secara baik dan benar penyelenggaraan jenazah yang di syariatkan” ungkap H. Abdul Thalib.
“Harapan kami semoga setelah kegiatan ini para jamaah mampu dan mau mengurus jenazah terutama untuk keluarga masing-masing yang sesuai dengan syariat Islam,” tambahnya.
Sementara itu Kh Sudirman juga memberi apresiasi atas thema yang ditayangkan panitia dalam slide spanduk seperti Manajemen Pemuliaan Jenazah
“Saya pribadi sangat kagum dengan pelatihan pengurusan jenazah yang mengangkat thema Manajemen Pemuliaan Jenazah. Itu artinya jenazahpun harus kita muliakan’ ujar Kiai Sudirman.
Tidak kurang 100 orang jamaah yang memadati ruangan masjid tersebut untuk menyaksikan pelatihan ini yang diinsiasi Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) bekerja sama dengan DKM dan Majelis Taklim Al-Ashri.
. “Alhamdulililah tim PJTI siap menjalankan amanah 24 jam untuk membantu warga Makassar, dan sekitarnya dalam mengurus jenazah keluarganya, dan itu gratis.” Ujar Kiai yang juga aktif ceramah di berbagai radio RRI dan swasta tersebut.
Kiai yang juga wakil ketua PD Muhammadiyah kota Makassar itu, juga memperkenalkan sejumlah produk Tajdidul Iman yang ada di Makassar, Gowa, dan Maros, seperti rumah Tahfidz Al-Quran, Masjid Agung Tajdidul Iman, hingga pemakaman Tajdidul Iman di kabupaten Gowa.
Kiai Sudirman juga berpesan agar dalam mewakafkan harta kita bisa juga berupa pembelian kain kafan dan perlengkapan jenazah.
“Benar, mewakafkan harta bisa berupa pembelian kain kafan dan perlengkapan jenazah. Ini adalah salah satu bentuk wakaf yang bermanfaat, karena membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dalam mengurus jenazah, sekaligus menjadi amal jariyah bagi pewakaf” tandasnya (*)






















