CIRI UTAMA KEIKHLASAN
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhani dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an bagaikan orang yang menampakkan sedekah, dan orang yang memelankan bacaan Al Qur’an ibarat orang yang bersekah dengan sembunyi-sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i. Hadits Shahih)
Faidah-faidah Hadits di Atas
- Relatif menyalahkan diri sendiri dan melemparkan kekurangan kepada dirinya.
- Tidak terkeco dengan pujian manusia.
- Merasa nikmat jika berhasil menyembunyikan amal kebajikan.
- Tetap melakukan hal yang terbaik diketahui orang atau tidak diketahui.
- Menyenangi amal yang manfaatnya dirasakan oleh orang lain dari pada yang hanya dirasakan untuk diri sendiri.
- Menyukai saudaranya yang mendapatkan nikmat (tidak ada kecemburuan) atas nikmat Allah kepada mukmin yang lain.
- Tidak terpengaruh atas pemberian atau penghargaan seseorang dalam sebuah ketaatan (dihargai atau tidak dihargai tetap berjalan).
- Sabar atas perjalanan panjang dalam kebaikan.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















