Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ … (51)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut… (QS. An-Nisa[4]: 51)
APA DAN SIAPA THAGHUT ITU???
Bagian 2
- Kesimpulan Para Ulama Tentang Makna Thaghut
a. Imam Muhammad bin Jarir Ath-Thabari (310 H) berkata: “Thaghut adalah setiap hal yang melampaui batas terhadap Allah sehingga ia diibadahi selain Allah.”
b. Imam Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi (671 H) berkata: “Jibt dan Thaghut adalah setiap sesuatu yang diibadahi selain Allah dan setiap sesuatu yang ditaati dalam kemaksiatan kepada Allah.”
c. Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi (676 H) berkata: “Al-Laits, Abu Ubaidah, Al-Kisai, dan Mayoritas pakar bahasa berkata bahwa Thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah Ta’ala.”
d. Syaikul Islam Ibnu Taimiyah Al-Harrani (728 H) berkata: “Thaghut adalah sesuatu yang diibadahi selain Allah dan jika seseorang tidak membenciperibadatan tersebut maka dia adalah thaghut.”
e. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (752 H) menulis: “Thaghut adalah segala sesuatu yang dengannya seorang hamba melampaui batas kemakhlukannya, baik berupa sesuatu yang diibadahi, atau sesuatu yang diikuti, atau sesuatu yang ditaati.”
f. Imam Maajdudin Muhammad bin Ya’qub Al-Fairuz Abadi (817 H) menulis: “Thaghut adalah Lata, Uzza, dukun, setan, setiap pemimpin kesesatan, berhala-berhala, segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, dan orang-orang Ahlul Kitab yang membangkang Kebenaran.”
g. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1206 H) mengatakan: “Thaghut itu pengertiannya umum, yaitu setiap sesuatu yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peibadahan itu, baik berupa sesuatu yang disembah atau sesuatu yang diikuti atau sesuatu yang ditaati selain ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah Thaghut.”
h. Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Abu Buthain (1282 H) berkata: “Thaghut mencakup segala yang diibadahi selain Allah dan setia pemimpin kesesatan yang mengajak kepada kebatilan dan menghiasi indahnya kebatilan.”
i. Syaikh Muhammad bin Hamid Al-Fiqi (1378 H) berkata: “Thaghut adalah sesgala sesuatu yang menyelewengkan dan menghalangi seorang hamba untuk beribadah kepada Allah, memurnikan agama dan ketaatan hanya kepada Allah dan Rasul-Nya saja.”
j. Syaikh Sayid Quthub (1385 H) menulis: “Thaghut adalah setiap kekuasaanyang tidak bersumber dari kekuasaan Allah, setiap hokum yang tidak tegak diatas syariat Allah, setiap permusuhan yang melanggar batas kebenaran.”
k. Syaikh Muhammad Amin bin Muhammad Asy-Syinqithi (1393 H) berkata: “Sesungguhnya segala sesuatu yang diibadahi selain Allah adalah Thaghut, dan porsi terbesar adalah pada diri setan.”
l. Syaikh Abdul A’la Al-Maududi (1399 H) berkata: “Thaghut adalah setiap individu atau kelompok atau kepemimpinan yang bertindak lancing dan melampaui batas terhadap Allah denganmelanggar batas-batas ubudiyah (peribadatan) dan mengklaim dirinyamemiliki hak uluhiyah dan rububiyah.”
m. Syaikh Abu Bashir Abdul Mu’min Musthafa Halimah Ath-Tharthusi menulis: “Thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan ia ridha dengan peribadatan tersebut, meskipun hanya dalam satu bagian atau satu aspek dari aspek ibadah.”
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















