A. TAWAKKAL kepada Allah Ta’ala
1. TAWAKKAL kepada AllahTa’ala dalam Istiqamah dirinya dengan petunjuknya, pemurnian tauhid, dan beriltizam kepada agama Allah Ta’ala baik lahir maupun bathin tanpa berusaha untuk memberikan pengaruh kepada orang-orang lain.
2. TAWAKKAL kepada Allah Ta’ala dalam istiqamah sebagaimana di atas, dengan tambahan TAWAKKAL kepada Allah Ta’ala dalam upaya penegakan agama Allah di muka bumi, menanggulangi kehancuran, melawan bid’ah, berjihad menghadapi orang-orang kafir dan munafik, perhatian kepada maslahat kaum Muslimin, amar ma’ruf dan nahi munkar, memberikan pengaruh kepada orang lain sehingga mereka hanya menyembah Allah saja.
3. TAWAKKAL kepada Allah dalam rangka seorang hamba ingin mendapatkan kembali hajat dan bagian duniawi atau dalam rangka menghindari berbagai hal yang tidak diharapkan dan berbagai musibah duniawi.
4. TAWAKKAL kepada Allah dalam rangka mendapatkan sesuatu yang haram hukumnya atau menolak apa-apa yang diperintahkan.
B. TAWAKKAL kepada Selain Allah Ta’ala
1. TAWAKKAL yang bernuansa syirik
a. TAWAKKAL kepada selain Allah Ta’ala dalam hal yang tidak mampu mensikapinya selain Allah Azza Wa Jalla, “Seperti halnya orang-orang yang BERTAWAKKAL kepada orang-orang yang telah mati dan para thaghut dalam rangka menyampaikan harapan tuntunannya berupa pemeliharaan, penjagaan, rezeki, dan syafaat. Ini adalah kesyitikan besar. “
b. TAWAKKAL kepada selain Allah berkenaan dengan perkara-perkara yang dimampui, sebagaimana yang ia kira oleh orang yang BERTAWAKKAL tersebut. Ini adalah syirik kecil.
2. TAWAKKAL yang dibolehkan
Yaitu ketika seseorang mewakilkan sesuatu pekerjaan yang dimampui kepada orang lain. Dengan demilkian orang yang mewakilkan itu mencapai sebagian apa yang menjadi tuntutannya.






















