Kepergian almarhum Dokter Subari Damopoli yang meninggal dunia di Makassar, Ahad petang, 10 November 2024, dalam usia 84 tahun. Meninggalkan duka tersendiri bagi keluarga besar Muhammadiyah, tak terkecuali Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar.
Hal ini disampaikan wakil ketua PDM Kota Makassar, KH Sudirman S.Ag, Senin (11/11/2024) siang. “Yaa atas nama keluarga besar Muhammadiyah kota Makassar, kami merasa kehilangan atas kepergian beliau menghadap Ilahi. Namun sebagai seorang muslim kami hanya bisa mendoakan beliau seperti doa yang diajarkan Rasulullah SAW” ujar Kiai Sudirman.
Doa yang dimaksud Kiai Sudirman adalah Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqba hasanah yang artinya: Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik. “Di dalam riwayat Imam Muslim, kalau ada orang meninggal maka Rasulullah SAW mengajarkan kita mengucapkan doa tersebut” tambah Kiai
Sebagai orang yang pernah membersamai dokter Subarii Domopoli di tahun 2000 silam, saat Muktamar Muhammadiyah berlangsung di Jakarta, Kiai Sudirman banyak mengambil pelajaran dari almarhum.
“Saya punya pengalaman bersama dengan dokter Subari, ketika kami satu mobil dari Surabaya ke Jakarta di tahun 2000 saat Muktamar Muhammadiyah. Disitu saya banyak mengambil pelajaran dari beliau yang sangat tegas dalam menegakkan aqidah dan saya salut dengan sosoknya” ujar Kiai Sudirman
Perkara ketegasan Aqidah tersebut, sambung Kiai Sudirman, dikarenakan almarhum dokter Subarii Domopoli merupakan murid langsung dari tokoh Muhamamdiyah Sulsel, Fathul Mu’in Daeng Maggading.
“Semasa hidup almarhum. Kita kenal sebagai sosok yang banyak memberi teladan, beliau istiqamah, tegar, jujur dan memiliki ketegasan dalam perkara Aqidah. Karena beliau (almarhum-red) merupakan murid langsung Fathul Mu’in Daeng Maggading.” Ungkap Kiai Sudirman.
Makanya sebagai keluarga besar Muhammadiyah, Kiai Sudirman merasa kehilangan, “Beliau seorang dokter luar biasa, ilmunya…, memegang prinsip prinsip hidup ketauhidan yang akan kita lanjutkan kelak, Insya Allah” tandas Kiai.
Almarhum, Dokter Subari meninggalkan tiga anak dan sepuluh cucu. Beliau adalah pemegang Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah dengan nomor 474.604, sejak tahun 1968. Almarhum dimakamkan di kampung halaman beliau di Bilalang 1 Kota Mobagu Sulawesi Utara ba’da Shalat Azhar, Senin 11/11/2024. (tim)






















