MAKASSAR – Yayasan Tajdidul Iman (TI) sebagai organisasi Dakwah, Sosial dan Pendidikan, Ahad, 22/10 siang menggelar Musyawarah Kerja (Musker) di salah satu hotel di bilangan jalan Pelita Raya Makassar. Kegiatan yang bertemakan Refleksi dan Penataan Organisasi dalam Menghadapi Tantangan Perjuangan Dakwah itu, dihadiri puluhan pengurus inti TI.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Musyker, Awaluddin mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan TI kepada masyarakat. Seperti di ketahui selama ini TI memberi pelayanan Penyelenggaraan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) gratis kepada warga yang berduka.
“Kami berharap, musker ini mampu menghasilkan program yang tersusun dengan baik, sehingga dapat memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dari data yang kami miliki sudah 1.052 kain kafan telah di serahkan kepada warga yang berduka. Kami juga sudah melayani pengurusan Jenazah sebanyak 927 jenazah, terdiri dari jenazah ikhwan 540 orang dan akhwat sebanyak 382 jenazah,” ujarnya.
Sementara itu, pembina TI, KH Sudirman saat membuka kegiatan ini berpesan, kegiatan yang dilaksanakan baru pertama kali sejak TI berdiri bertujuan melakukan Evaluasi dan melihat seberapa besar hambatannya guna mencari Solusinya
“Ada 3 hal tujuan penyelenggaraan kegiatan ini, pertama adalah melakukan evaluasi dengan mendengarkan laporan dari tiap tiap divisi, Jadi jangan menganggap kegiatan ini untuk mencari kesalahan. Bukan itu tujuannya. Kedua kita harus juga tahu dimana hambatannya, sehingga Ketiga kita semua pengurus TI dapat memberi solusi atau jalan keluarnya,” terang KH Sudirman.
Kiai yang juga aktif di organisasi Muhammadiyah itu, juga mengungkapkan awal mula organisasi TI ini berdiri “Awalnya kami berada di ruangan yang seadanya, rumah yang sempit. Namun karena setiap hari jamaah semakin banyak, hingga kita butuh tempat yang jauh lebih besar Setiap malam saya selalu berdoa, dan Alhamdulillah. Allah mengabulkan doa kita hingga berdirilah markas TI ini di Rappokalling kota Makassar,” urai KH Sudirman dengan mata berkaca kaca mengenang awal mula organisasinya berdiri.
Makanya, sambung Kiai Sudirman Musyker ini harus membuktikan dan menghasilkan langkah-langkah strategis dalam penghidmatan TI untuk membangun semangat kebersamaan.
“Kita harus bersama sama membangun organisasi ini, menjadi jauh lebih baik dan berkembang. TI pasti tidak akan bisa berjalan kalau kita sendiri sendiri, maka unsur yang terpenting dalam kegiatan ini adalah membangun kebersamaan dalam Dakwah dan memberi pelayanan kepada ummat secara maksimal,” tandanya.
Diapun berharap nantinya ada DIvisi Sponsor dan Dana yang bisa membeck up organisasi TI “Sehingga apa yang kita cita citakan untuk ummat dapat berjalan dengan maksimal dan baik,“ kunci KH. Sudirman
Sementara itu ketua Yayasan TI, Ust. Ahmad Bududdin mengaku terharu dengan pelaksanaan kegiatan yang baru pertama kali itu digelar.
“Kegiatan ini direncanakan sangat singkat, tapi kami berharap dengan Musker ini dapat menghasilkan tahapan program yang berjalan secara terarah serta tersusun dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus baru TI tersebut, juga dilakukan pembacaan Ikrar TI. Pada Musker tersebut juga dihadiri guru besar UNM, Prof. Dr. Patta Bundu, yang juga diangkat sebagai Pembina TI serta beberapa pengurus lainnya. (rls)






















