13. Mengucapkan kalimat yang dicintai Allah
a. Mengucapkan سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
“Dua kalimat ringan dilisan, berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu Subhaanallahul’azhiim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Imnu Majah dan Ahmad dari Abu Hurairah)
b. Mengucapkan سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَّا إِلَهَ غَيْرُكَ
أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَّا إِلَهَ غَيْرُكَ
Ucapan yang paling dicintai Allah adalah ucapan seorang hamba, “Mahasuci Engkau, dan dengan memuji-Mu. Mahasuci nama-Mu, Mahaluhur keagungan-Mu, dan tidak ada Ilah selain Engkau. (HR. Ibnu Mandah dari Abu Dzar dengan sanad yang shahih)
c. Mengucapkan سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَهُ أَوْ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ عَادَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْكَلَامِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ مَا اصْطَفَاهُ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ
Dari Abu Dzar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjunginya atau ia yang mengunjungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Demi bapak dan ibuku (yang aku berkorban dengan keduanya untukmu) wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perkataan apakah yang paling dicintai Allah azzawajalla.” beliau menjawab: “(yaitu) Perkataan yang telah Allah pilihkan bagi para malaikat-Nya, SUBHAANA RABBII WA BIHAMDIHI SUBHAANA RABBII WABIHAMDIHI (maha Suci Rab-ku dan dengan memuji-Nya, maha Suci Rabbku dan dengan memuji-Nya) “. (HR. Tirmidzi dan Hakim, Ia berkata bahwa hadits ini shahih sesuai kriteria Muslim dan disepakati oleh adz-Dzahabi)
d. Mengucapkan سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ فَقَالَ إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Dari Abu Dzar dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada saya: ‘Hai Abu Dzarr, maukah kamu aku beritahukan tentang ucapan yang disenangi Allah? ‘ Saya menjawab; ‘Ya, saya mau ya Rasulullah. Beritahukanlah kepada saya tentang ucapan yang disenangi Allah.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah Azza Wa Jalla adalah Subhaanallahu wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).’ (HR. Muslim dan Ahmad)
e. Mengucapkan لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَرْبَعٌ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Kalimat yang paling disukai oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala ada empat, yaitu; tahlil (Laa Ilaaha Illallah), takbir (Allahu Akbar), Tasbih (Subhanallah), Hamdallah (Al Hamdulillah) dan tidak akan membahayakanmu dari mana saja kalian memulainya. (HR. Muslim dan Ahmad dari Samura bin Jundab)
14. Berpuasa dan shalat seperti Puasa dan Shalatnya Nabi Daud
أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ
“Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Nabi Daud ‘Alaihissalam, yaitu dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari dan shalat yang paling Allah sukai adalah shalatnya Nabi Daud ‘Alaihissalam pula, yaitu dia tidur hingga pertengahan malam lalu bangun mendirikan shalat pada sepertiga malam dan tidur lagi di akhir seperenam malamnya” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad-Daarimi dari Abdullah bin Amru)
15. Mencintai Al-Qur’an
إِنَّكُم لَنْ تَرْجِعُوْا إِلَى اللهِ بِشَيْئٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ شَيْئٍ خَرَجَ مِنْهُ يَعْنِي القُرْآنُ
Sungguh kalian tidak akan kembali kepada Allah dengan sesuatu yang paling dicintai-Nya selain dari al-Qur’an ini. (HR. Al-Hakim dari Uqbah bin Amr, dishahihkan dan disepakati oleh adz-Dzahabi)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















