Al-Qaulus Sadid Fi Syarhi Kitabit Tauhid Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (7)
Mereka menunaikan Nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (QS. Al-Insan[76]: 7)
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ
Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa bernadzar untuk menaati Allah, hendaknya ia menaati-NYA, dan barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat kepadaNya, maka janganlah ia perturutkan untuk bermaksiat kepadaNYA.” (HR. Bukhari)
Faidah-faidah Ayat dan Hadits di Atas:
- Menunaikan nadzar adalah wajib.
- Apabila sudah menjadi ketetapan bahwa nadzar adalah ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja, maka menyelewengkannya kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah syirik.
- Bahwa nadzar maksiat tidak boleh dilaksanakan.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















