Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih dan Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat kitabnya (I/545) dan Shahih Targhib wat Tarhiib (I/273))
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Nabi dan para sahabatnya adalah orang-orang yang paling semangat dalam berdoa bahkan Nabi menyampaikan sesaat pun, sekejap pun tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan Allah.
- Hendaknya setiap muslim memanjatkan doa taufik dan meminta pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap akan memulai aktifitasnya sekecil apapun amalan yang akan dilakukannya itu.
- Para sahabat terbiasa memohon kepada Rabb mereka, saking butuhnya sahabat kepada Allah sampai tali sendal mereka yang putus dia keluhkan kepada Allah apalagi jika ada urusan yang penting dari itu tentu mereka akan lebih bersemangat lagi menyampaikannya kepada Dzat Yang Maha Tidak Butut, Dzat Yang Menggenggam Langit Dan Bumi, Dzat Yang Maha Mendengan lagi Maha Melihat.
- Semangatilah diri kita terus untuk bisa berdoa dan dapat mendoakan seseorang, alangkah mulianya jika ada orang yang mendapatkan hidayah atas doa kita.
- Tidak apa-apa cengeng, tapi cengeng kepada Allah, banyaklah mengeluh, banyaklah berharap karena sungguh Allah tidak pernah bosan menddengarkan keluhan kita. Sungguh sangat besar kebutuhan kita kepada Allah, tidak ada yang dapat kebaikan kecuali dengan rahmat-Nya dan pertolongan-Nya.
- Sungguh banyak orang-orang yang telah berjasa kepada kita, maka doakanlah!!! Alangkah zhalimnya diri ini kalau seperti orang tua tidak mendapatkan sedikitpun memory dalam sehari untuk didoakan.
- Imam Ahmad berpuluh-puluh tahun mendoakan gurunya (Imam Syafi’i) dalam kesempatan-kesempatan mustajab diterimanya doa. Alangkah mulianya hari ini jika kita sempatkan mendoakan orang yang dengan asbabnya kita dapatkan hidayah. (Jangan akhiri bacaan ini kecuali luangkan waktu sedikit untuk mendoakan orang-orang yang telah berjasa kepada kita).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















