Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Tajdidul Iman, salah satu kerabat founder sekaligus pembina Tajdidul Iman (TI), KH Sudirman, S.Ag bernama H. Andi Muharram (usia 88 tahun) telah meninggal dunia Selasa 18 Muharram 1446 atau 23 Juli 2024 Masehi.
Kiai Sudirman yang mendengar berita kematian salah satu kerabatnya tersebut kemudian meminta, Tim Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) untuk mengurusi jenazah almarhum yang berdomisili di jalan Jl. Kapten Piere Tendean Ujung Pandang Baru Makassar.
“Beliau almarhum masih kerabat dekat kami, beliau adalah kakek saya, dan Alhamdulillah teman teman dari PJTI langsung gerak cepat membantu penyelenggaraan jenazah almarhum. Kita doakan semoga beliau Khusnul Khatimah” terang Kiai Sudirman.
Seperti di ketahui, H Andi Muharram merupakan tokoh masyrakat di Kota Makassar, tidak heran sejumlah pejabat dan keluarga besarnya datang melayat di kediamannya.
Pada proses pemandian jenazah dipimpin langsung Kyai Sudirman. Usai dimandikan di kafani dan di shalatkan, Jenazah kemudian di berangkatkan dari rumah duka menuju ke pemakaman Sudiang Makassar.
Uniknya tim Satuan Pengamanan Tajdidul Iman (Sapati) dan Bikers Sholeh Tajdidul Iman (BESTI) ikut mengawal iringan pengantar jenazah melalui jalan perintis kemerdekaan yang dikenal sering macet, namun berjalan lancar. Sejumlah wargapun memberi simpati dan rasa kagumnya kepada tim Sapati dan Besti.
“Dengan adanya TIM SAPATI dan BESTI yang mengatur pengawalan kendaraan mobil dengan jumlah sekitar 25 buah dan tambah puluhan kendaraan roda dua, semuanya berjalan lancar, padahal kondisi lalu lintas di jalan yang dilalui mobil jenazag tergolong padat di waktu sore.” Ujar salah satu pelayat almarhum yang ikut mengantar jenazah tersebut.
Pada hari yang sama Rabu (23/7) tim Akhwat PJTI, juga melakukan pengurusan jenazah kepada salah satu warga kabupaten Pangkep bernama almarhum Hj. Sennang Badullah berusia 63 tahun, meninggal akibat sakit yang dideritanya selama ini.
Kemudian pada Kamis, (25/7) tim Akhwat yang tidak pernah kenal lelah itu, kembali mengurus jenazah warga Tidung Mariolo 2 kota Makassar bernama Almarhumah Mardiana Binti Muchtar dan telah disemayamkan ba’da shalat Azhar pada hari itu juga. (tim)






















