Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (163)
Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah[2]: 163)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Al-Uluhiyah berasal dari kata Al-Ilaah artinya al-Ma’-luuh, yaitu sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.
- Tauhid Uluhiyah dikatakan juga Tahhiidul Ibadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, apabila hal itu disyariatkan oleh-Nya.
- Hal-hal yang termasuk Tauhid Uluhiyah antara lain: berdoa, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), taubat, pengangungan, penghormatan, tawakkal, dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’adzah (meminta perlindungan), dan segala apa yang disyariatkan dan diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
- Semua jenis ibadah di atas dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya, dan ibadah tersebut tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.
- Sungguh, Allah tidak alan ridha jika dipersekutukan dengan suatu apa pun. Apabila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada syirkun akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















