Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ (185)
Dan Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu? (QS. Al-A’raf[7]: 185)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Ini adalah gelitikan yang sangat menakjubkan, alam semesta seharusnya membuka hari kita untuk menemukan kekuasaan Allah yang luas dan agung ini untuk membebaskan fitrah dari tindihan kejahilan.
- Dengan memperhatikan kerajaan langit dan bumi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala demonstrasikan kepada kita maka manusia mudah mengetahui hakekat kebenaran yang tersembunyi, keindahan yang tersaksikan dan keluarbiasaan yang pasti menunjukkan adanya yang Maha Pencipta, Maha Penguasa, Maha Pengatur dan pasti itu hanyalah milik Allah semata.
- Dengan memperhatikan dan merenungkan sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu dapat menggoncangkan hati dan memancing pikiran dan menggugah akal untuk mencari siapa sumber semua ini, dan siapa yang mewujudkan makhluk dengan segala bentuk, warna, gerakan, ciri khas, dan keanekaragaman lainnya, lalu muncullah pertanyaan mengapa makhluk-makhluk ini wujudnya seperti ini??? Dan siapa yang berkuasa mengaturnya seperti itu??? Muncullah ghirah Tauhid Rububiyah.
- Allah Subhanahu wa Ta’ala megajak kita bicara lewat al-Qur’an untuk melihat keseimbangan dan keharmonisan kerajaan Allah pada langit dan bumi serta segala sesuatu yang diciptakan di dalamnya agar kita dapat menemukan sesembahan yang benar yaitu Allah Subhanau wa Ta’ala.
- Sesungguhnya Allah berbicara kepada manusia lewat al-Qur’an ini untuk fokus mengarahkan fitrahnya, akalnya, dan panca indranya untuk memancing menemukan Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur yang haq.
Diringkas dari:
Tafsir Fi Zhilalil Qur’an — Sayyid Quthb
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















