Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ (17) وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (18) وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ (19) وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ (20)
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan? dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (QS. Al-Ghasyiyah[88]: 17-20)
Juga Firman-Nya:
إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ (3) وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (4) وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (5)
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (QS. Al-Jatsiyah[45]: 3-5)
Sudahkah kita merenungkan ayat-ayat di atas dengan penuh penghayatan???
- Apakah semua itu tidak membangkitkan perasaan dan keimanan yang menyuburkan Tauhid Rububiyah kita???
- Apakah perputaran malam dan siang hari tidak membangkitkan fitrah keimanan sepanjang hidup ini???
- Apakah pemandangan terbitnya matahari, mendung, cerah tidak menggugah semangat dan tidak memberikan pengaruh apa-apa pada diri kita???
- Apakah tasbih yang dilakukan oleh burung-burung tidak mendorong pula hati dan lian kita untuk bertasbih kepada Allah ataukah memang hati kita lalai atau keras???
- Sudahkah kita menggunakan logika akal sehat kita untuk merenungkan demonstrasi kebesaran Allah di depan kita, masihkah hati kita tertutup untuk bersyahadat???
- Sudahkah kita memperhatikan kerajaan langit dan bumi, mungkinkah akal kita mengatakan ini tercipta secara kebetulan, masih tertutupkah fitrah kita untuk menemukan dahsyatnya kekuasaan Allah dibalik semua itu, sudahkah kita menyisakan sedikit saja waktu untuk menangkap tanda-tanda kebesaran-Nya itu, sudah jujurkah kita untuk mengakui bahwa ada Dzat Pencipta, Pemilik, Pengatur yang tunggal pada semua itu (membutuhkan renungan berulang-ulang) untuk bisa mengambil faidahnya???
Selamat membuktikan!!!
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















