IKHLAS DALAM Al-QUR’AN 2
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (5)
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah[98]: 5)
Faidah-faidah Ayat di Atas
- Al-Qur’an sangat menekankan pentingnya bersikap ikhlas.
- Menurut al-Qur’an, setiap ibadah sebaik apapun bentuknya dan cara melakukannya tetapi tanpa ikhlas tetap amalan itu akan tertolak.
- Menurut Ibnu Qayyim, Amalan yang dilakukan dengan tanpa keikhlasan ibarat menyerahkan hadiah kepada raja seorang gadis yang sangat cantik tetapi tidak memiliki nyawa (ruh) maka amalan yang kehilangan keikhlasan hakekatnya seperti tubuh yang kehilangan ruh.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















