IKHLAS ADALAH SYARAT DITERIMANYA AMAL
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
…إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan…” (HR. Bukhari, Muslim dari Umar bin Khaththab)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Imam al-Hafizh Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi (wafat th. 676) mengatakan, “Kaum Muslimin telah ijma’ (sepakat) tentang tingginya hadits ini dan sangat banyak manfaatnya.”
- Imam asy-Syafi’i berkata, “Hadits ini merupakan sepertiga Islam dan masuk dalam tujuh puluh bab masalah fiqih.”
- Imam Abdurrahman bin Mahdi (wafat th. 198 H) berkata, “Hadits tentang niat termasuk tiga puluh bab masalah ilmu.”
- Beliau (Imam Abdurrahman bin Mahdi) juga berkata, “Selayaknya bagi orang yang menyusun satu kitab hendaknya dimulai dengan hadits ini untuk mengingatkan para penuntut ilmu agar meluruskan dan memperbaiki niatnya.”
- Imam al-bukhari pun memulai kitab Shahih-nya dengan hadits ini.
- Abu Abdillah berkata, “Tidak ada satu pun hadits yang paling mencakup berbagai masalah dan paling banyak manfaatnya selain hadits ini.”
- Imam Abdurrahman bin Mahdi, asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Ali Ibnul Madini, Abu Dawud, at-Tirmidzi, ad-Daraquthni, dan Hamzah al-Kinani, semuanya bersepakat bahwahadits ini adalah sepertiga Islam.
- Kalimat إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ juga dapat diartikan bahwa amal itu menjadi baik atau buruk, diterima atau ditolak, diberikan ganjaran atau tidak, tergantung dari niatnya. Artinya, baik dan buruknya amal tergantung niatnya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















