Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدُ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُسَمِّعْ يُسَمِّعْ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ
Dari Jundub bin Abdullah radhiyallahu anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memperdengarkan (amalannya) niscaya Allah memperdengarkan dengannya dan barangsiapa memperlihatkan (amalannya) niscaya Allah memperlihatkan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Barangsiapa yang menampakkan amalnya kepada manusia karena riya’ (ingin dilihat) makan Allah menghukumnya dengan memperlihatkan niatnya yang rusak itu pada amalnya di hari Kiamat dengan mempermalukannya dihadapan seluruh makhluk-Nya.
- Adanya ancaman bagi pelaku riya’ akan dibongkar niatnya yang rusak pada amalnya itu di pengadilan Allah pada hari Kiamat.
- Hadits di atas diperjelas oleh hadits yang lain dari riwayat Auf bin Malik al-Asjai, Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang berniat ingin karena dilihat orang, maka Allah akan memperlihatkan niatnya dan “Barangsiapa yang berniat karena ingin didengar orang, maka Allah akan memperdengarkankan niatnya.” (HR. Ath-Tahbrani dengan sanad yang hasan)
- Salah satu golongan makhluk yang paling malu pada hari kiamat adalah yang berbohong dengan niatnya yakni riya’.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















