Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا (3)
Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak Kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak Kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. (QS. Al-Furqan[25]: 3)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Ayat di atas menyebutkan bahwa Tuhan-tuhan yang disembah oleh orang Musyrik disifati dengan enam perkara.
- Enam perkara yang merupakan bukti bathilnya sesembahan orang Musyrik:
a. Tidak bisa menciptakan sesuatu artinya ia tidak mampu menciptakan apapun.
b. Semuanya diciptakan artinya Tuhan orang Musyrik pun termasuk diciptakan pula oleh Sang Pencipta yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala.
c. Tidak memiliki manfaat dan mudharat artinya sesembahan orang Musyrik tidak mampu memberi manfaat dan mudharat untuk dirinya apalagi memberi manfaat dan mudharat kepada penyembahnya.
d. Tidak mampu mematikan, artinya sesembahan orang Musyrik tidak mampu berbuat untuk mematikan seseuatu.
e. Tidak mampu menghidupkan artinya sesembahan orang Musyrik sedikitpun tidak punya kekuasaan untuk menghidupkan.
f. Tidak mampu membangkitkan artinya sesembagan orang Musyrik tidak punya kemampuan sedikitpun membangkitkan makhluk setelah kematiannya. - Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan pada di atas tentang kelemahan, kebathilan yang menjadi ciri khas Tuhannya orang bathil supaya tidak ada ruang bagi kita untuk mengibadahinya.
CATATAN:
Perhatikanlah dengan penuh penghayatan bahwa betapa bodohnya, betapa kejinya, betapa zhalimnya orang Musyrik itu yang telah berpaling dari Tauhid Ibadah lalu menyerahkan ibadahnya dengan menyebah.






















