Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ … (36)
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”… (QS. An-Nahl[16]: 36)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
1. Tauhid Uluhiyyah merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul, dari Rasul yang pertama, Nabi Nuh alaihis salam hingga Rasul terakhir, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
2. Semua Rasul memulai dakwah mereka kepada kaumnya dengan tauhid Uluhiyyah, agar kaum mereka beribadah dengan benar hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.
3. Seluruh Rasul berkata kepada kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah saja. (Para Rasul dimusuhi dan dijauhi oleh kaumnya sendiri karena Tauhid Uluhiyah ini).
4. Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Alah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
5. Tauhid Uluhiyyah menjadi tujuan dari penciptaan manusia. (Gagal bertauhid Uluhiyah berarti gagal melaksanakan fungsi hidup)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56)
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















